secangkir kopi
Categories: Blog

Kejujuran bukan sifat bawaan orang tua, tapi kejujuran adalah sifat yang muncul dari pembiasaan setiap saat. Kejujuran itu seperti mata uang yang tidak mengenal masa, tempat, ruang dan waktu. Karena itulah kejujuran sangat mahal harganya.

Sebagai refleksi, saat ini kejujuran sangatlah langka dan sangat-sangat dicari seperti ungkapan mencari jarum di tumpukan jerami. Dan pertanyaannya “ siapa yang harus di selamatkan dari virus kebohongan?”. Jawabannya adalah “anak”, bagaimana jawaban anda?

Pembiasaan dan contoh konkrit dari lingkungan sekitarlah yang akan menumbuhkan dan mengakar pada diri anak. Mulailah dari lingkungan kecil yakni keluarga, salah satu yang bisa menanmkan dan menumbuhkan sifat jujur adalah dengan bercerita/berkisah, saat orang tua bercerita terjadilah komunikasi yang tejalin, disaat anak mendengarkan cerita imajinasi anak akan muncul, disaat imajinasi anak muncul di situlah peran orang tua untuk menanamkan sifat kejujuran pada anak. Saat pembiasaan sudah dilakukan di lingkungan keluarga sebarkan pembiasaan itu ke lingkungan sekitar baik tingkat tetangga, RT, RW dan seterusnya ke tingkat yang lebih besar. Orang akan mengatakan sulit karena karakter, sifat, lingkungan orang berbeda.

Mari kita berimajinasi tentang kopi, kopi itu pahit, kopi itu hitam, kopi itu kotor. Tapi dibalik itu kita lihat dan benarkan bahwa wangi kopi itu menggiurkan, wangi kopi itu manis. Dari situ mari kita tanamkan filosofi kopi pada kehidupan kita, maka jadilah kopi meskipun pahit tapi wangi kopi membuat yang di sekitar akan mencium bau wangi dari kopi itu. Seperti halnya kejujuran walaupun pahit tapi dengan komunikasi yang baik maka akan tercium wangi kejujuran itu ke sekitar kita.

“Whatever comes our way, whatever battle we have raging inside us, we always have a choice. It’s the choices that make us who we are, and we can always choose to do what’s right”

~ Peter Parker